RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA http://www.globalsuksessolusi.com Mon, 10 Dec 2018 10:06:37 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.9 http://www.globalsuksessolusi.com/wp-content/uploads/2018/12/cropped-RUN-a-32x32.png RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA http://www.globalsuksessolusi.com 32 32 Fitur Asset Item Consumption Run System Sebagai Fungsi Kontrol Penggunaan Aset Perusahaan http://www.globalsuksessolusi.com/2017/05/19/fitur-asset-item-consumption-run-system-sebagai-fungsi-kontrol-penggunaan-aset-perusahaan/ Fri, 19 May 2017 01:55:56 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=553 Secara umum aset dapat di ibaratkan sebagai nilai kekayaan perusahaan, yaitu semua hak milik perusahaan yang dapat diukur nilainya. Mencatat barang sebagai aset menjadi penting karena secara prinsip akuntansi baik komersial dan fiskal untuk dapat menghasilkan sebuah produk setiap perusahaan harus memiliki aset. Alasan lainnya adalah dengan mencatat sebagai aset maka pembebanan biaya terhadap pembelian barang […]

The post Fitur Asset Item Consumption Run System Sebagai Fungsi Kontrol Penggunaan Aset Perusahaan appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Asset item consumption

Secara umum aset dapat di ibaratkan sebagai nilai kekayaan perusahaan, yaitu semua hak milik perusahaan yang dapat diukur nilainya. Mencatat barang sebagai aset menjadi penting karena secara prinsip akuntansi baik komersial dan fiskal untuk dapat menghasilkan sebuah produk setiap perusahaan harus memiliki aset.

Alasan lainnya adalah dengan mencatat sebagai aset maka pembebanan biaya terhadap pembelian barang akan dibagi rata berdasarkan product life nya. Sebaliknya jika tidak dijadikan sebagai aset maka beban biaya atas pembelian barang akan dibebankan pada periode barang tersebut dibeli, hal tersebut akan memengaruhi perhitungan performa perusahaan pada periode tersebut dengan adanya beban biaya yang sangat besar.

Dalam menghitung nilai aset yang perlu dipertimbangkan bukan hanya nilai beli barang, akan tetapi juga harus memerhatikan biaya setup dan biaya tambahan lainnya sampai barang tersebut siap digunakan. Pada Run System, setiap pembelian barang akan dicatat sebagai persediaan temporary (sementara) untuk menunggu biaya tambahan lainnya agar dapat diakumulasikan sebagai nilai aset.

Jumlah banyak yang banyak dengan nilai yang besar membutuhkan perhatian yang lebih dari perusahaan agar dapat ter kontrol dengan maksimal. Dalam hal ini Run System hadir sebagai fungsi kontrol bisnis yang salah satunya diwujudkan melalui fitur “Asset Item Consumption”. Asset item consumption bertujuan untuk melihat dan mengontrol setiap penggunaan aset yang dimiliki perusahaan. Fungsi kontrol dari asset item consumption dapat dilakukan berdasarkan dua perspektif, yaitu berdasarkan barang yang dikonsumsi dan siapa yang mengonsumsi barang tersebut.

Dari barang yang dikonsumsi perusahaan dapat melihat jenis atau varian item apa saja yang sering digunakan, hal tersebut akan berguna dalam menentukan item pendukung yang diperlukan aset tersebut. Sebagai contoh dengan melihat konsumsi item pendukung (sparepart) dari komponen kritis, dengan mengetahui mana komponen kritis yang sering membutuhkan item pendukung dan mana yang tidak, maka perusahaan dapat menentukan dengan lebih tepat persediaan dari item pendukung yang harus lebih diprioritaskan. Hal tersebut menjadi penting karena pada umumnya harga dari item pendukung komponen kritis tidaklah murah, sehingga jumlah persediaan yang tepat akan membantu perusahaan dalam rangka efisiensi dan menjaga produktivitas.

Kemudian menganalisa siapa yang mengonsumsi aset tersebut. Yang dimaksud dengan “siapa” bisa berarti departemen, bagian fungsi, atau mesin mana yang menggunakan aset tersebut. Sebagai contoh dengan melihat konsumsi aset berdasarkan mesin atau departemen yang menggunakanya, perusahaan dapat mengetahui mesin atau departemen mana yang terlalu banyak mengonsumsi aset sehingga perlu dilakukan evaluasi. Perusahaan juga dapat mengetahui perbandingan performa antar departemen atau jenis dan merek dari masing-masing mesin di dalam perusahaan.

Secara keseluruhan melalui asset item consumption perusahaan dapat mengevaluasi besaran biaya yang dibutuhkan baik untuk produksi, maintenance, atau biaya tambahan lainya, sehingga asset item consumption dapat digunakan sebagai dasar analisa lebih
lanjut terkait strategi pengadaan barang untuk membeli, outsource, atau menyewa aset, yaitu dengan membandingkan total biaya yang dikeluarkan dengan product life cycle dari aset tersebut.

The post Fitur Asset Item Consumption Run System Sebagai Fungsi Kontrol Penggunaan Aset Perusahaan appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Fitur Reorder Point Run System Menggunakan Pendekatan Internal dan Eksternal Perusahaan http://www.globalsuksessolusi.com/2017/05/12/pendekatan-internal-dan-eksternal-dalam-menghitung-reorder-point/ Fri, 12 May 2017 02:20:52 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=465 Reorder Point (ROP) adalah metode untuk menentukan jangka waktu pemesanan kembali bahan baku atau material lainya dari vendor/supplier. Reorder Point menjadi sangat penting dikarenakan pada proses pemesanan barang terdapat waktu tunggu (lead time), di mana barang yang dipesan tidak bisa langsung ada dan dapat digunakan. Jika lead time ini tidak diperhitungkan maka akan muncul adanya […]

The post Fitur Reorder Point Run System Menggunakan Pendekatan Internal dan Eksternal Perusahaan appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
reorder point

Reorder Point (ROP) adalah metode untuk menentukan jangka waktu pemesanan kembali bahan baku atau material lainya dari vendor/supplier. Reorder Point menjadi sangat penting dikarenakan pada proses pemesanan barang terdapat waktu tunggu (lead time), di mana barang yang dipesan tidak bisa langsung ada dan dapat digunakan. Jika lead time ini tidak diperhitungkan maka akan muncul adanya kemungkinan stockout barang yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat berproduksi.

Manfaat utama dari menghitung reorder point adalah perusahaan dapat mengetahui titik waktu kapan harus sudah melakukan order barang untuk produksi periode selanjutnya. Dari sudut finansial reorder point menjadi salah satu faktor besar dalam memperhitungkan “modal kerja” perusahaan setiap bulan. Hal tersebut dikarenakan secara umum 50 – 60% uang perusahaan berada pada bentuk inventori. Perhitungan reorder point yang tidak tepat akan berakibat pada stock inventori dengan kerugian jumlah uang yang tidak sedikit. Reorder Point yang bagus adalah yang selaras dengan inventory turn over, sehingga perputaran barang dan uang menjadi lebih efisien.

Reorder Point dihitung berdasarkan perkalian antara lead time dengan kebutuhan barang dalam jangka waktu tertentu. Pada umunya lead time dihitung berdasarkan faktor eksternal yaitu lamanya waktu produksi dan pengiriman barang oleh vendor. Begitupun pada software ERP lainya, mereka juga menghitung lead time dari mulai purchase order masuk ke vendor sampai barang diterima perusahaan.

reorder point
Realitanya ada faktor lain yang memberikan kontribusi besar terhadap lead time atau jeda waktu secara keseluruhan, yaitu faktor internal perusahaan. Contoh dari faktor internal yang berpengaruh terhadap lead time adalah waktu yang dibutuhkan untuk proses aproval atau sering disebut dengan istilah “birokrasi”. Kebanyakan birokrasi di dalam perusahaan membutuhkan waktu yang tidak sedikit, hal tersebut tidak lain dikarenakan dalam proses birokrasi dibutuhkan persyaratan dan persetujuan dari beberapa bagian tertentu agar suatu request dapat diproses ke tahap selanjutnya.

Dikarenakan berbagai alasan, sering sekali terjadi kondisi di mana pihak yang berwenang terlambat dalam memberikan aproval yang mengakibatkan material request dari departemen tidak dapat segera diproses menjadi purchase order. Keterlambatan proses approval tersebut mengakibatkan lead time yang dibutuhkan sampai barang dapat digunakan oleh departemen menjadi lebih lama.

Berbeda dengan software ERP lainya, Run System menghitung reorder point mulai dari ketika departemen membuat material request sampai barang diterima dan siap digunakan oleh departemen tersebut. User dapat dengan mudah mendapatkan hasil dari perhitungan ROP hanya dengan melakukan satu kali klik pada fitur Reorder Point. Run System juga memberikan kemudahan kepada user dengan menampilkan informasi – informasi penting yang berhubungan dalam satu jendela tampilan yang sama, yaitu salah satunya adalah di samping quantity barang dari reorder point juga ditampilkan informasi mengenai modal kerja yang dibutuhkan dalam memenuhi reorder point tersebut.

 Dengan metode seperti di atas, perhitungan yang dilakukan oleh Run System lebih mendekati kondisi real perusahaan dibanding dengan software ERP lainya. Output yang dihasilkan dari perhitungan Run System juga lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga perhitungan modal kerja dan inventory turn over perusahaan menjadi lebih tepat dan efisien.

The post Fitur Reorder Point Run System Menggunakan Pendekatan Internal dan Eksternal Perusahaan appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Fitur Foreign Name Run System Sebagai Solusi Perbedaan Penamaan Item http://www.globalsuksessolusi.com/2017/05/08/perbedaan-nama-item-dalam-perusahaan/ Mon, 08 May 2017 05:00:59 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=455 Sering sekali pada awal pembuatan proses bisnis di dalam departemen tidak memperhatikan pemberian nama pada suatu item. Hal tersebut tidak lain karena jumlah item yang dikelola oleh departemen tersebut sangatlah banyak. Kurangnya komunikasi antara satu departemen dengan departemen yang lainya mengakibatkan terjadinya perbedaan nama terhadap item yang sama antar departemen di dalam perusahaan. Di dalam […]

The post Fitur Foreign Name Run System Sebagai Solusi Perbedaan Penamaan Item appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
foreign name2

Sering sekali pada awal pembuatan proses bisnis di dalam departemen tidak memperhatikan pemberian nama pada suatu item. Hal tersebut tidak lain karena jumlah item yang dikelola oleh departemen tersebut sangatlah banyak. Kurangnya komunikasi antara satu departemen dengan departemen yang lainya mengakibatkan terjadinya perbedaan nama terhadap item yang sama antar departemen di dalam perusahaan.

Di dalam sistem ERP terdapat fitur “Foreign Name”. Foreign name merupakan nama general di dalam perusahaan. Sebuah item tertentu selain diidentifikasikan dengan item name sesuai departemenya juga akan diidentifikasian dengan foreign name.

Contoh item “kertas HVS A4 80 gr”, sangat mungkin terjadi perbedaan penamaan pada masing-masing departemen. Pada departemen produksi memberikan nama “HVS A4”, departemen HR memberikan nama “kertas HVS”, sedangkan pada departemen gudang memberikan nama “HVS A4 80 gr”.

Tanpa adanya foreign name, ketika ketiga departemen tersebut melakukan permintaan pengadaan barang maka pada departemen procurement akan terjadi tiga kali proses transaksi. Hal tersebut dikarenakan sistem di dalam ERP mengidentifikasikan ketiga nama tersebut sebagai item yang berbeda, di mana sebenarnya item yang dimaksud adalah item yang sama.

Foreign name

Dengan adanya foreign name, Sistem ERP akan mengidentifikasikan item antar departemen berdasarkan foreign name nya. Data yang masuk ke dalam departemen procurement adalah data akumulasi dari permintaan berdasarkan foreign name, sehingga dalam proses pengadaan barang dapat digabungkan menjadi satu kali proses transaksi.

Secara umum foreign name berfungsi sebagai media komunikasi antara satu depatemen dengan departemen yang lainya, sehingga proses integrasi di dalam ERP dapat berjalan. Dengan adanya foreign name perusahaan tidak perlu mengganti semua nama item di dalam dokumen proses bisnisnya.

The post Fitur Foreign Name Run System Sebagai Solusi Perbedaan Penamaan Item appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Business Process Management (BPM) http://www.globalsuksessolusi.com/2017/01/20/business-process-management-bpm/ Fri, 20 Jan 2017 04:22:46 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=441 Agak konyol sekiranya jika seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh tanpa terlebih dahulu memiliki  dan mempelajari peta serta merencanakan rute yang akan diambil. Apalagi mengandalkan GPS, Gunakan Penduduk Setempat, untuk mencapai tujuan. Orang akan lebih mudah memvisualisasikan tujuan ketika merencanakan rute mereka namun akan lebih sulit mengetahui bahkan mengerti perangkap atau jebakan batman yang ada […]

The post Business Process Management (BPM) appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>

header

Agak konyol sekiranya jika seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh tanpa terlebih dahulu memiliki  dan mempelajari peta serta merencanakan rute yang akan diambil. Apalagi mengandalkan GPS, Gunakan Penduduk Setempat, untuk mencapai tujuan. Orang akan lebih mudah memvisualisasikan tujuan ketika merencanakan rute mereka namun akan lebih sulit mengetahui bahkan mengerti perangkap atau jebakan batman yang ada sepanjang perjalanan. Apakah karena ada perbaikan jalan/jembatan, pintu toll yang hanya berfungsi satu, atau bahkan ada razia kendaraan (jika tidak memiliki surat-surat).

Ungkapan klise yang sering terlontar adalah “wah ngga tau saya kalo begitu, saya pikir bla bla bla….” Atau “dulu ngga begitu deh!” atau yang terparah adalah “dari dulu seperti ini!”. Business process Management adalah peta untuk tujuan mencapai objective organisasi termasuk implementasi ERP yang sukses. Seperti google map, ada beberapa rute untuk dipertimbangkan, tidak hanya satu pilihan. Dan setiap rute yang dipilihpun memiliki konsekuensi.

Dalam implementasi perangkat lunak, terutama software ERP ada berbagai tingkatan manajemen business process yang harus dijadikan pertimbangan saat merancang sistem baru Anda:

Business Process Management (BPM) – Adalah pendekatan holistik digunakan untuk mengevaluasi, meningkatkan dan menyelaraskan proses bisnis tujuan seluruh organisasi dan strategi, bukan sebagian departemen dalam organisasi. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih efisien dan fleksibel untuk berubah tanpa harus terperangkap debat kepentingan dan ego antar departemen yang mengedapankan KPI masing-masing.

Business Process Improvement (BPI) – Ada berbagai pendekatan dalam manajemen proses bisnis; yang harus dijadikan urutan pertama adalah perbaikan proses bisnis. Dalam pendekatan ini, penting untuk memeriksa proses kunci dalam sebuah organisasi yang menjadi keunggulan organisasi. Metodologi Six Sigma dapat digunakan sebagai backbone untuk mengevaluasi dan meningkatkan proses bisnis utama. Pertama, organisasi harus mengidentifikasi business process yang sedang berjalan dan indikator utama saat ini dalam rangka mengukur kesuksesan. Selanjutnya, organisasi menentukan permasalahan dan akar permasalahan, memvalidasi akar masalah dan meningkatkan proses untuk mengoptimalkan efisiensi. Akhirnya, organisasi menentukan rencana pengendalian (control plan) untuk memantau proses yang sedang berlangsung dan memastikan pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan respon yang cepat jika metrik kunci di luar ambang batas yang telah ditentukan.

Business Process Optimization (BPO) – Melihat semua proses yang ada dalam bisnis dan berusaha untuk memperbaiki  dalam rangka mengurangi biaya perusahaan secara keseluruhan untuk menghasilkan hasil lebih.

Business Process Reengineering (BPR) – Mengidentifikasi proses yang sedang berjalan saat ini tetapi membutuhkan perubahan yang lebih radikal. Hal ini digunakan ketika proses saat ini tidak dapat diperbaiki dengan sedikit perubahan tetapi perlu dirancang ulang dari awal, membuat proses baru dari awal sampai akhir. Pilihan ini pada umumnya diletakan sebagai opsi terakhir karena impact yang dihasilkan umumnya menyentuh banyak pihak.

Sebelum menempatkan software ERP atau perangkat lunak di atas sebuah proses, ada baiknya memastikan proses beroperasi pada tingkat efisiensi maksimum, karena ketika mengotomatisasi proses yang tidak efisien atau bahkan tidak dapat dikontrol, Anda hanya membuat dan memigrasikan proses yang tidak efisien tersebut lebih cepat. Inilah sebabnya mengapa BPM sangat penting untuk implementasi ERP. Sistem ERP yang ada saat ini sangat fleksibel. Ada beberapa – kadang-kadang bahkan ratusan – software ERP memiliki cara yang berbeda dalam rangka mengakomodasi kebutuhan bisnis Anda. Memahami business process yang Anda inginkan, bukan yang “biasanya”, sebelum pelaksanaan kegiatan akan menghemat waktu kemudian di proses dan mengurangi risiko memilih konfigurasi yang salah. Ini memberitahu vendor ERP bagaimana Anda ingin proses Anda dirancang sehingga mereka dapat memilih konfigurasi yang akurat sejalan dengan proses-proses tersebut. Hal ini juga memberi pengetahuan Anda tentang apa proses mungkin memerlukan penyesuaian dan pemahaman tentang biaya tambahan yang mungkin dikenakan untuk itu.

 Memilih tingkatan Business Process Management menjadi hal yang sangat penting untuk merancang rute terbaik dalam rangka implementasi ERP Anda. Dengan memiliki roadmap akan menghindarkan “jebakan batman” bahkan tersesat (aplikasi tidak terpakai) saat melakukan perjalanan.

The post Business Process Management (BPM) appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
You don’t Need ERP to Implement Lean Manufacturing http://www.globalsuksessolusi.com/2015/04/01/you-dont-need-erp-to-implement-lean-manufacturing/ Wed, 01 Apr 2015 00:33:45 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=386 Anda tidak perlu ERP untuk mengimplementasikan lean manufacturing secara efektif. Anda tidak perlu Lean untuk menerapkan ERP. Tetapi jika keduanya dilakukan bersama-sama akan membuat platform yang kuat dalam rangka mengurangi waste dan meningkatkan produktivitas. Di zaman dimana sumber daya semakin ketat, Manufactur skala menengah akan cenderung menggunakan prinsip lean manufacturing untuk bertahan hidup. Meskipun banyak […]

The post You don’t Need ERP to Implement Lean Manufacturing appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
header

Anda tidak perlu ERP untuk mengimplementasikan lean manufacturing secara efektif. Anda tidak perlu Lean untuk menerapkan ERP. Tetapi jika keduanya dilakukan bersama-sama akan membuat platform yang kuat dalam rangka mengurangi waste dan meningkatkan produktivitas.

Di zaman dimana sumber daya semakin ketat, Manufactur skala menengah akan cenderung menggunakan prinsip lean manufacturing untuk bertahan hidup. Meskipun banyak kalangan dari penganut lean manufacturing murni percaya bahwa sistem atau teknologi seperti ERP tidak sesuai dengan disiplin ini, namun sesungguhnya tidak demikian.

“Ada sejarah selama 25-tahun bahwa orang percaya bahwa lean manufactur dan ERP tidak kompatibel,” kata Jim Shepherd, wakil presiden senior di AMR Research Inc, sebuah perusahaan riset pasar yang berbasis di Boston. “Tetapi kenyataannya adalah mereka-mereka ini cenderung lebih sebagai orang yang tidak mau berubah.”

The roots of lean manufacturing

Pada level tertinggi, lean manufacturing terlibat dalam usaha mengurangi tingat waste dari setiap proses produksi. Contohnya bahwa strategi lean membantu produsen dan perusahaan lain menjadi seefisien mungkin, untuk menghemat uang dan meningkatkan produktivitas. Namun yang perlu diingat bahwa konsep lean dapat diterapkan pada hampir setiap proses bisnis selain proses di manufactur semata seperti operasional kafe atau bahkan merekrut seorang karyawan.

Sebagian besar sepakat bahwa Toyota Motor Corp menyempurnakan metode lean ini. Bahkan saat ini, Toyota Production System, atau TPS, adalah gold standart atas prinsip lean dan telah mendorong produsen mobil tersebut meraih sukses besar. Karena itulah sebagian besar konsep utama lean disajikan dalam bahasa Jepang, seperti “kaizen” (upaya terkonsentrasi untuk menghilangkan limbah dari single process) dan “muda” (salah satu bentuk limbah).

“Tidak ada ketentuan-ketentuan pasti yang membuat prinsip lean tidak kompatibel dengan ERP,” kata Shepherd, meskipun pihak vendor dan ERP consultant harus dididik dan dilatih untuk memahami dasar-dasar lean.

Penting untuk mengetahui bahwa apakah konsep lean production dapat dilaksanakan tanpa ERP dan  begitu juga halnya seperti ERP dapat dilaksanakan tanpa lean. Sering terjadi kesalahpahaman bermunculan bahwa lean dan ERP bekerja saling eksklusif. Hanya karena masing-masing dapat digunakan tanpa adanya yang lain, bukan berarti mereka tidak bekerja dengan baik secara bersama-sama.

Bahkan, terjadi peningkatan jumlah paket software ERP untuk medium size yang secara khusus menargetkan lean manufactures yang mengatakan sistem mereka memungkinkan praktek lean. Selain RUNSystem, QAD Inc, misalnya, telah mempromosikan lean selama lebih dari 20 tahun, membuatnya menjadi salah satu vendor perangkat lunak yang paling awal untuk mendukung lean-ERP.

Perusahaan manufaktur memiliki kebutuhan yang besar untuk menjadi efektif dan efisien. Perusahaan-perusahaan tersebut perlu untuk memaksimalkan sumber daya serta memaintain margin dan kualitas.

Metodologi lean manufacture dapat menjadi senjata ampuh dan jawaban atas permasalahan bagi produsen berukuran menengah.

What is lean-enabled ERP?

Jadi, apa sebenarnya maksud bahwa sebuah sistem software ERP adalah “lean-enabled” atau “dapat bekerja dengan lean”? Menurut Friedman, pernyataan ini dapat merujuk ke sejumlah fitur yang berbeda dalam perangkat lunak yang memungkinkan produsen untuk mewujudkan prinsip-prinsip lean.

Sebagai contoh, QAD memiliki fitur visualisasi pemasok yang memungkinkan produsen untuk mendapatkan visibilitas ke dalam operasi supply chain mereka untuk segera melihat apakah pemasok dapat memenuhi permintaan sesuai urutan tertentu. Hal ini akan mengurangi limbah dengan menghilangkan proses manual, seperti menelepon atau fax, dimana beberapa produsen mengunakannya untuk menentukan kebijakan jikalau stok item tersebut masih ada. Modul QAD yang sama memungkinkan produsen untuk mengatur pengisian stok otomatis sehingga pemasok dapat mengirim barang tanpa perintah order. Pemotongan langkah-langkah ini adalah contoh dari proses yang lebih ramping.

Meskipun lean production dapat dilakukan tanpa teknologi, untuk sebagian besar produsen menengah saat ini, hal tersebut sudah tidak realistis, kata Shepherd.

“Dalam lingkungan yang sangat terbatas Anda bisa melakukan segala sesuatu berdasarkan isyarat visual dan kartu kanban,” kata Shepherd. “Tapi itu saat ini keadaannya sekarang sudah jauh berbeda, terutama dengan rantai pasokan global. Sesungguhnya anda memerlukan sistem ERP hari ini.”

dikutip sebagian dari artikel Lauren Gibbons Paul, seorang penulis lepas.

The post You don’t Need ERP to Implement Lean Manufacturing appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Six Sigma for Small Medium Organizations http://www.globalsuksessolusi.com/2015/03/25/six-sigma-for-small-medium-organizations/ Wed, 25 Mar 2015 03:10:31 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=376 Six Sigma for Small Organizations  Kami sering mendapati bahwa pemahaman Six Sigma dianggap hanya untuk perusahaan multinasional besar. Meskipun harus diakui bahwa ada kesulitan dalam menerapkan Six Sigma di sebuah perusahaan kecil daripada bisnis besar namun sesungguhnya hal tersebut dapat diatasi. Six Sigma dapat bekerja dalam berbagai ukuran dan skala bisnis karena sifat Six Sigma […]

The post Six Sigma for Small Medium Organizations appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
header

Six Sigma for Small Organizations

 Kami sering mendapati bahwa pemahaman Six Sigma dianggap hanya untuk perusahaan multinasional besar. Meskipun harus diakui bahwa ada kesulitan dalam menerapkan Six Sigma di sebuah perusahaan kecil daripada bisnis besar namun sesungguhnya hal tersebut dapat diatasi. Six Sigma dapat bekerja dalam berbagai ukuran dan skala bisnis karena sifat Six Sigma tergantung pada karakteristik yang melekat dalam bisnis apapun, bukan pada ukuran bisnis. Organisasi yang lebih kecil sering kekurangan sumber daya dan keahlian dalam inisiatif perubahan. Namun, mereka juga memiliki arus yang lebih fleksibel proses, rantai pengambilan keputusan yang lebih pendek, dan visibilitas yang lebih tinggi dari manajemen senior. Berdasarkan pengalaman saat implementasi RUN Sytem sebagai software ERP sebenarnya organisasi yang lebih kecil dapat benar-benar lebih efektif membangun Six Sigma bahkan lebih cepat daripada perusahaan besar jika lingkup penyebaran dikelola dengan benar.

Ruang Lingkup Deployment

Tidak jarang kami mengimplementasikan methodology Six Sigma saat melakukan implementasi software ERP disetiap perusahaan yang setuju menggunakan RUN System sebagai aplikasi ERP. Namun kamipun sadar tidak semua organisasi memahami pentingnya Continual improvement karena kebanyakan stake holder masih nyaman dengan kondisi sekarang sehingga cenderung resisten dengan perubahan.

Jika organisasi Anda tidak memiliki sumber daya untuk menciptakan infrastruktur untuk seluruh organisasi Six Sigma maka dapat dimulai dengan program percontohan dalam lingkup departemen.

Salah satu yang kami nilai sebagai kelebihan dari Six Sigma adalah bahwa metodologi terpusat yang scalable sehingga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi organisasi. Six Sigma menekankan pelatihan intensif dan karakteristik analisis-kualitatif luas yang bekerja terlepas dari seberapa besar ukuran organisasi. Demikian juga, Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) bekerja  tidak memperdulikan ukuran organisasi atau bahkan ukuran proyek Six Sigma. Anda akan dapat tercengang bahwa proyek kecil Six Sigma dapat menghasilkan hasil yang signifikan. Perbaikan terobosan dalam proses dan bottom-line profitabilitas datang bukan dari kuantitas sumber daya, tapi kualitas dan kecerdasan yang mereka dipekerjakan.

Organisasi kecil dan menengah mungkin tidak memiliki sumber daya perusahaan yang lebih besar; Namun, dalam banyak kasus, organisasi yang lebih kecil dapat, hasil lebih gesit fleksibel, dan terfokus. Mendekati pelaksanaan awal Six Sigma melalui program percontohan akan menghasilkan hasil yang nyata tanpa berlebihan sumber daya Anda dari proyek  kecil ini. Hasil ini kemudian dapat direplikasi di seluruh organisasi, dalam banyak kasus bahkan lebih cepat daripada dalam organisasi besar.

Critical Issue pada Organisasi kecil

Ketika menjalankan sebuah percontohan proyek Six Sigma ada beberapa isu penting yang perlu dipertimbangkan melekat pada organisasi yang lebih kecil. Pertama, pilihan proyek sangat penting. Proyek percontohan akan berimplikasi pada penyebaran Six Sigma, sehingga harus menjadi salah satu yang baik yang dapat menunjukkan hasil yang signifikan dan terlihat dalam waktu yang cukup singkat. Proyek ini jelas harus mengatasi satu tujuan bisnis atau lebih sehingga berkontribusi untuk satu atau lebih tindakan perusahaan. Setiap proyek juga harus selesai dalam waktu tiga sampai empat bulan, jadi sangat penting untuk berhati-hati dengan ruang lingkup. Proyek harus terus diawasi dan dievaluasi.

Masalah lainnya adalah pelatihan. Dalam organisasi yang lebih kecil, anggaran pelatihan dan terutama waktu yang tersedia untuk mencurahkan tenaga untuk pelatihan terbatas. Dengan demikian, hal ini tidak selalu praktis untuk personil yang akan absen dari mereka tugas sehari-hari untuk menghadiri masa pelatihan.

Tim implementasi Six Sigma dapat menemukan keterbatasan sumber daya yang penting, yang sering karena keterbatasan personil di mana orang-orang yang tersedia untuk fungsi proyek ini hanya bekerja paruh waktu disela-sela tugas dan tanggung jawab mereka sehari-hari. Hal ini penting pada proyek awal bahwa memastikan orang yang terlibat adalah orang yang tepat serta melakukan hal yang benar. Sebuah kekuatan kecil yang terdiri dari orang-orang yang berkomitmen dengan pelatihan yang tepat. Selain itu komunikasi yang baik antar anggota tim juga tidak kalah penting.

Setelah berhasil menyelesaikan Pilot Project Six Sigma, penyebaran ini kemudian diperluas ke area lain dari organisasi, dengan menggabungkan learning point dari proyek percontohan yang telah dilakukan. Yang perlu diingat adalah tidak berarti bahwa organisasi kecil secara otomatis akan berhasil ketika deploying Six Sigma, tetapi membuat perubahan dan mendapatkan hasil untuk sebuah improvement akan jauh lebih mudah.

The post Six Sigma for Small Medium Organizations appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Teknologi (Software ERP) penting, namun Orang tetap yang Utama http://www.globalsuksessolusi.com/2015/03/24/software-erp-penting-namun-orang-tetap-yang-utama/ Tue, 24 Mar 2015 08:49:49 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=374 People first, Technology (erp software) second Seperti kita ketahui, sistem ERP sangat kompleks dan terus berkembang. Fitur dan fungsi baru terus ditambahkan sementara vendor ERP berusaha cepat memperluas fungsionalitasnya. Berbagai jenis perangkat lunak ERP dan opsi penyebaran lebih lanjut menambahkan kompleksitas pilihan untuk organisasi yang akan menggunakan perangkat lunak baru. Meskipun lanskap teknologi sistem ERP […]

The post Teknologi (Software ERP) penting, namun Orang tetap yang Utama appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
header

People first, Technology (erp software) second

Seperti kita ketahui, sistem ERP sangat kompleks dan terus berkembang. Fitur dan fungsi baru terus ditambahkan sementara vendor ERP berusaha cepat memperluas fungsionalitasnya. Berbagai jenis perangkat lunak ERP dan opsi penyebaran lebih lanjut menambahkan kompleksitas pilihan untuk organisasi yang akan menggunakan perangkat lunak baru.

Meskipun lanskap teknologi sistem ERP berubah dengan cepat, variabel yang paling penting bagi keberhasilan ERP tidak berubah selama belasan tahun terakhir. Isu yang selalu relevan berkaitan dengan personil  yang berperan dalam keberhasilan atau malah menghancurkan sebuah implementasi ERP, namun tidak jarang eksekutif dan tim proyek memiliki kecenderungan untuk mengabaikan hal-hal penting ini.

Tapi, ada kabar baik: satu hal yang membuat orang belum benar-benar berubah adalah, keefektivitas serta manajemen personil selama transformasi bisnis ini akan menentukan apakah proyek implementasi software berhasil atau gagal.

Organization Change Management (OCM)

Hal ini menjelaskan mengapa Organization Change Management (OCM) adalah aspek yang paling penting dari setiap transformasi bisnis seperti CRM, ERP atau implementasi perangkat lunak perusahaan lain. Semua teknologi seksi di dunia tidak berarti apa-apa jika orang tidak memanfaatkan teknologi itu untuk meningkatkan operasi bisnis. Banyak masalah dapat diabaikan ketika eksekutif tidak berinvestasi di Manajemen Perubahan Organisasi (OCM). Itu bisa apa saja dari individu organisasi tidak memahami perubahan yang telah dibuat, kurangnya pelatihan yang tepat, proses bisnis tidak didefinisikan dengan baik, politik internal dan gangguan pertikaian atau peran dan tanggung jawab tanpa pemberitahuan-perubahan yang semuanya mengarah pada gangguan bisnis baik selama pelaksanaan dan setelah go-live.

Kondisi terburuknya, kebanyakan vendor ERP, sistem integrator dan konsultan ERP tidak dapat dengan baik mengatasi masalah ini secara bersamaan dengan faktor orang. Mereka tahu dengan sangat baik perangkat lunak atau software mereka serta menyediakan ahli teknologi yang mampu mengkonfigurasi, membangun dan menguji solusi tersebut, tapi manajemen perubahan organisasi yang efektif tetap memerlukan keterampilan yang sama sekali berbeda. Hal ini menjelaskan mengapa tingkat kegagalan ERP telah begitu konsisten tinggi dalam industri ini. Meskipun mungkin hal ini tidak disengaja namun tetap menjadi masalah.

Conclusion

Kesimpulannya adalah: jika Anda ingin sukses dalam implementasi perangkat lunak perusahaan Anda, jangan meremehkan hal-hal non teknis. Sementara teknologi Software ERP sangat membantu, orang-orang di organisasi Anda harus dilatih untuk menggunakannya atau hal itu akan sia-sia. Luangkan waktu untuk secara jelas untuk mendefinisikan dan mengkomunikasikan peran serta tanggung jawab, mengidentifikasi proses bisnis yang spesifik dan bagaimana perubahan tersebut akan mempengaruhi berbagai kelompok kerja. Perusahaan-perusahaan yang melakukan hal-hal baik yang sangat lebih berhasil daripada rekan-rekan mereka – terlepas dari spesifikasi software ERP, industri, ukuran perusahaan atau geografi.

Jika Anda tidak dapat atau tidak ingin menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk membuat komitmen untuk manajemen perubahan organisasi, mungkin layak mempertimbangkan kembali apakah Anda harus memutuskan untuk menempatkan software ERP sebagai urutan pertama.

The post Teknologi (Software ERP) penting, namun Orang tetap yang Utama appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
MIRACLE – Business Approach http://www.globalsuksessolusi.com/2014/10/26/miracle-business-approach/ Sat, 25 Oct 2014 17:31:21 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=353 Tanggal 23 Oktober lalu, RUNSystem berkesempatan mengisi salah satu sesi pada Seminar I2TY yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) yang bekerjasama dengan AMIKOM, Yogyakarta dalam rangka program inkubasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) . Material presentasi dapat diunduh pada link di bawah ini MIRACLE – Start Up Business Approach Jika kesulitan dalam mengunduh material […]

The post MIRACLE – Business Approach appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
header

Tanggal 23 Oktober lalu, RUNSystem berkesempatan mengisi salah satu sesi pada Seminar I2TY yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) yang bekerjasama dengan AMIKOM, Yogyakarta dalam rangka program inkubasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) .

Business Stages

Material presentasi dapat diunduh pada link di bawah ini

MIRACLE – Start Up Business Approach

Jika kesulitan dalam mengunduh material tersebut, silahkan menghubungi kami melalui management[at]globalsuksessolusi.com

The post MIRACLE – Business Approach appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
Isu UMK (lagi)-Tantangan Human Resources 2015 http://www.globalsuksessolusi.com/2014/10/14/umk-tantangan-human-resources-2015/ Mon, 13 Oct 2014 18:20:23 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=346 Isu UMK (lagi)-Tantangan Human Resources 2015 Bagi perusahaan manufactur, khususnya departemen yang mengurusi bidang Sumber Daya Manusia, tidak akan lama lagi berkutat dengan pertanyaan berapa budget gaji tahun depan. Tidak sedikit perusahaan yang mengulang rutinitas tanpa henti mengkalkulasi berapa over head perusahaan berbanding dengan kinerja perusahaan. Belum lagi angka turnover karyawan tinggi yang setidaknya membuat […]

The post Isu UMK (lagi)-Tantangan Human Resources 2015 appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
header

Isu UMK (lagi)-Tantangan Human Resources 2015

Bagi perusahaan manufactur, khususnya departemen yang mengurusi bidang Sumber Daya Manusia, tidak akan lama lagi berkutat dengan pertanyaan berapa budget gaji tahun depan.

Tidak sedikit perusahaan yang mengulang rutinitas tanpa henti mengkalkulasi berapa over head perusahaan berbanding dengan kinerja perusahaan. Belum lagi angka turnover karyawan tinggi yang setidaknya membuat biaya recruitment, training dan yang paling parah adalah produktifitas terganggu akibat dari banyaknya karyawan baru yang belum bisa “diajak lari” seperti halnya karyawan lama.

Permasalahan Human Resources sejatinya bukan domain departemen HRD semata, dimana tantangannya harus dijawab dengan integrasi dengan rekan departemen lain seperti finance, produksi dan hampir seluruh departemen dalam sebuah perusahaan.

Sering kami menemui perusahaan memposisikan departemen Human Resources sebagai support semata. Contoh paling sering adalah saat production meeting, HRD jarang (untuk tidak dikatakan tidak pernah) diikut sertakan. HRD hanya akan mendapatkan hasil rapat produksi atau bahkan memo yang berkaitan pengumuman lembur, koordinasi kedatangan bahan baku yang akan tiba larut malam atau sejenisnya.

Padahal, departemen yang “konsumennya” manusialah yang memiliki data dan informasi lebih lengkap mengenai kompetensi dan kemampuan para operator yang akan menjalankan hasil meeting. Bahkan bagian SDMlah yang yang tahu siapa yang akan ijin atau cuti minggu depan karena mungkin memiliki hajatan. Dan yang mungkin tidak kalah penting bagian SDMlah pusat informasi yang bersifat personal dari sebagian besar karyawan pabrik.

Kembali pada isu awal mengenai UMK yang sedang dalam penggodokan para pihak yang berwenang, akan lebih bijak bagian SDM berperan lebih dalam penentuan target dan budget perusahaan dikarenakan ± 4 %-6% (tergantung sector dan jenis industry) omzet perusahaan manufacture biasanya akan teralokasikan untuk gaji. Memang relative kecil jika dibandingkan alokasi untuk bahan baku, namun perubahan 9-15% kenaikan UMK akan sangat terasa pada industry padat karya. Contoh terkini telah terjadi pada PT. Gudang Garam ,Tbk. Sehingga tantangan bidang Sumber Daya Manusia tidaklah cukup dengan efisiensi proses absensi dan payroll semata, namun jauh dari pada itu yaitu bagaimana Human Resources Departement mendukung peningkatan kinerja perusahaan dalam persaingan bisnis di era Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).

Sudahkan anda memiliki strategy terhadap segala tantangan di atas?

Temukan RUNLean System perspektif dengan mengirimkan email ke management@globalsuksessolusi.com

The post Isu UMK (lagi)-Tantangan Human Resources 2015 appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
RUNSytem Development Program on September http://www.globalsuksessolusi.com/2014/09/04/runsystem-development-program/ Thu, 04 Sep 2014 12:13:16 +0000 http://www.globalsuksessolusi.com/?p=315 RUNSystem Development Program Dalam rangka upgrading knowledge dan skill, RUNSystem akan mengirimkan para staff dan timnya dalam berbagai pelatihan dan workshop sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan akan produk dan layanan bagi seluruh stakeholder RUNSystem. Berikut jadwal pelatihan dan workshop bulan September 2014. 1. Cisco Certified Entry Networking Technician Certification by INIXINDO, Yogyakarta 2. Lean UX […]

The post RUNSytem Development Program on September appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>
header

RUNSystem Development Program

Dalam rangka upgrading knowledge dan skill, RUNSystem akan mengirimkan para staff dan timnya dalam berbagai pelatihan dan workshop sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan akan produk dan layanan bagi seluruh stakeholder RUNSystem.
Berikut jadwal pelatihan dan workshop bulan September 2014.

1. Cisco Certified Entry Networking Technician Certification by INIXINDO, Yogyakarta
Cisco-CCENT
2. Lean UX workshop by Savant Degrees, Singapore
UX
3. Agile Development Workshop by PT Scrum Asia Pasifik, Jakarta
scrum-org-logo

The post RUNSytem Development Program on September appeared first on RUN System-The Best Integrated ERP Software in Indonesia and SEA.

]]>